BRMP Bali Laksanakan Pengamatan dan Koordinasi PM-AAS di Kabupaten Jembrana
BRMP Bali Laksanakan Pengamatan dan Koordinasi PM-AAS di Kabupaten Jembrana
Jembrana, 20 Mei 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) melaksanakan pengamatan tanaman padi pada kegiatan Perekayasaan PM-AAS di Subak Tegal Jati, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kegiatan pengamatan dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., beserta tim, dibantu oleh Kelsi Penyuluh Pertanian Provinsi, Koordinator BPP Kecamatan Negara beserta PPL, POPT, Pengurus Subak dan petani pelaksana kegiatan.
Pengamatan dilakukan pada tanaman padi berumur 15 hari setelah setelah tanam (hst) dengan tanam benih langsung (tabela). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan awal tanaman serta efektivitas penggunaan alat tanam Seeder Legowo 6:1 pada berbagai kerapatan tanam yang diuji. Varietas padi yang digunakan yaitu varietas Inbrida Cakrabuana Agritan dan Hibrida Mapan 05.
Adapun parameter yang diamati meliputi jumlah populasi tanaman dalam barisan sepanjang 1 meter, pada perlakuan jarak tanam dalam barisan yaitu 3 cm, 6 cm, 12 cm dan cara petani (+ 15-20 cm). Pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi Organisme Penggangu Tanaman (OPT) dengan melakukan identifikasi jenis dan tingkat serangannya.
Data yang dihasilkan nantinya akan dipakai sebagai acuan dalam melakukan tindakan pengendalian. Dari hasil pengamatan tidak ditemukan terjadi serangan OPT yang signifikan. Ditemukan beberapa musuh alami seperti laba-laba dan capung, sedangkan hama keong yang pada minggu pertama terlihat pada lahan pertanaman sudah dikendalikan dengan pengaplikasian Moluscida dan hasilnya sudah efektif.
Pada akhir kegiatan Rai Yasa menyampaikan PM-AAS merupakan sistem tanam yang menggunakan populasi yang sangat tinggi sehingga tanaman menjadi rapat. “Pada kondisi tanaman yang rapat akan menyebabkan kelembaban menjadi tinggi dan rentan serangan OPT. Saya berharap monitoring dan pengamatan hama dilakukan secara intensif serta utamakan tindakan preventif pada pengendaliannya”, ungkapnya.
Setelah pelaksanaan pengamatan acara dilanjutkan dengan koordinasi persiapan tanam program denfarm PM-AAS seluas 100 ha bertempat di Balai Subak Tibubeleng, Kecamatan Mendoyo. Koordinasi dilakukan bersama pihak terkait guna memastikan kesiapan lahan, sarana produksi, serta dukungan teknis pelaksanaan kegiatan agar berjalan optimal sesuai jadwal yang telah direncanakan. Dari hasil koordinasi disepakati penanaman awal (pengiwit) akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Juni 2026 dan tanam bersama tanggal 8 Juni 2026.